Berbicara tentang cara branding produk memang tidak pernah ada habisnya. Hampir setiap tahun selalu muncul tips baru seputar branding dan menjadi HOT topik.

Dari dulu sampai sekarang, topik seputar branding memang selalu laku keras di kalangan para pebisnis.

Salah satu alasannya, branding merupakan tujuan jangka panjang para pebisnis. Termasuk pebisnis online.

Di artikel kali ini kami akan membahas tentang cara branding produk (Termasuk jasa) agar hasilnya powerful.

Tidak hanya powerful, tapi juga tepat sasaran.

Siap?

Silahkan seduh kopinya sambil menyimak penjelasan berikut ini.

Cara Branding Produk

Pertama kita perlu menyamakan persepsi dulu tentang istilah brand dan branding.

Brand bisa dikatakan sebagai identitas suatu produk, atau bagaimana cara pandang / persepsi orang lain terhadap produk tersebut.

Sedangkan branding adalah aktivitas atau cara komunikasi yang dilakukan oleh suatu produk untuk memperkenalkan dirinya ke publik.

Brand melekat pada produknya. Sedangkan branding identik dengan aktivitasnya.

Clear? Oke, kita lanjut.

Cara Branding Produk Agar Tepat Sasaran

Cara Branding Produk Agar Tepat Sasaran

Agar branding yang dilakukan memiliki tingkat keberhasilan tinggi, Anda harus bisa mengidentifikasi siapa calon pembeli / target market Anda.

Maksudnya, kepada siapa Anda ingin mempromosikan produk tersebut? Hal ini harus dipikirkan baik-baik supaya branding yang Anda lakukan benar-benar tepat sasaran.

Ini 3 cara yang bisa Anda lakukan.

#1. Tentukan Target Market Dan Kompetitor

Kalau Anda tidak tahu siapa target market yang dibidik, yang terjadi adalah Anda akan mempromosikan produk ke semua orang.

Bukan hanya mengganggu, tapi hasilnya akan kurang efektif.

Sedangkan kalau Anda tidak tahu siapa kompetitor Anda, yang terjadi adalah Anda tidak paham situasi medan perang yang sedang dihadapi.

Dan tiba-tiba, amunisi sudah hampir habis. Game Over!

Jadi walaupun belum tahu 100% siapa target market dan kompetitor Anda, paling tidak Anda harus punya gambaran umum tentang kedua hal ini.

Untuk target market, Anda bisa membuat dan memetakan-nya sendiri.

Ini bisa dimulai dengan melihat keadaan di sekitar, membaca berita terbaru, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk mengetahui kompetitor, Anda bisa mengoptimalkan facebook dan mencari tahu apakah ada produk yang sejenis dengan produk Anda.

Kalau ada, bagaimana track record penjualannya? Apakah ada celah untuk bersaing?

Ini adalah cara yang sangat simple untuk dikerjakan, tapi sering dilupakan banyak orang.

#2. Tentukan Karakter Brand

Karakter brand disini mencakup tata bahasa dan cara penyampaiannya kepada calon pembeli. Misalnya ingin menggunakan bahasa yang formal atau non formal.

Karakter brand ini harus dipertahankan dengan baik.

Misalnya di suatu kesempatan Anda menyapa calon pembeli dengan kalimat Anda. Tapi di kesempatan lain menggantinya dengan sapaan lu.

Hal-hal yang terlihat sepele seperti ini sangat penting untuk diperhatikan.

#3. Tentukan Identitas Brand

Jangan lupa untuk menentukan nama brand, tagline, slogan, dan logo.

Untuk nama brand dan logo mungkin Anda sudah paham. Tapi untuk tagline dan slogan, biasanya masih banyak yang belum mengerti.

Ringkasnya, tagline lebih ditujukan untuk suatu brand. Sedangkan slogan lebih identik dengan suatu produk.

Contoh: Apple memiliki tagline think different dan punya slogan yang berbeda untuk setiap produknya.

Cara Branding Produk Yang Powerful

Cara Branding Produk Agar Powerful

Setelah mengetahui target market, kompetitor, karakter dan identitas brand, langkah selanjutnya adalah branding produk dengan optimal.

Ini 5 cara branding produk yang bisa Anda kerjakan.

#1. Content Marketing

Content marketing merupakan aktivitas pemasaran konten untuk mempromosikan suatu produk. Konten disini mencakup artikel dan video.

Sebagai langkah awal, cari tahu nilai plus produk Anda, lalu fokus menulis konten berkualitas untuk mempromosikan produk Anda.

Dimana tempat yang tepat untuk menulis konten?

Bisa di media sosial atau di website.

Tapi kalau Anda serius berbisnis online, sebaiknya gunakan website sendiri untuk menulis konten promosi.

#2. SEO (Search Engine Optimization)

SEO merupakan teknik mengoptimalkan website agar mendapat peringkat tertinggi di mesin pencari (Google).

Dengan SEO, Anda bisa mengusahakan agar website Anda muncul di halaman 1 google untuk setiap kata kunci yang diketikkan oleh pengguna google.

Semakin sering website Anda muncul di halaman 1 google, maka akan semakin banyak orang yang mengenalnya.

Jadi teknik SEO juga bisa digunakan untuk branding bisnis Anda.

Kalau mau belajar SEO lebih detail, Anda bisa mengikuti program kursus SEO yang kami miliki.

#3. Promosi Berbayar (Google Adwords Dan FB Ads)

Selain SEO, Anda juga bisa menggunakan iklan berbayar untuk promosi sekaligus branding produk, seperti google adwords dan facebook ads.

Kalau SEO membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa melihat hasilnya, tidak demikian halnya dengan google adwords dan facebook ads.

Karena iklan berbayar akan memberikan hasil yang lebih cepat.

Jadi silahkan tentukan pilihan Anda.

Mau menggunakan cara promosi berbayar ala google adwords dan facebook ads, atau lebih memilih mengoptimalkan SEO.

#4. Konsisten Dengan Yang Disampaikan

Kalau sebelumnya Anda berjanji memberikan email course tentang belajar SEO dan bisnis online untuk 100 orang, penuhi janji tersebut.

Bisnis itu bukan hanya urusan untung rugi.

Tapi juga menjaga kepercayaan dan membangun hubungan jangka panjang dengan pembeli.

Dan pembeli adalah orang-orang yang berpotensi menjadi duta bisnis Anda.

Jika kualitas produk dan layanan yang Anda berikan baik, mereka akan repeat order dan bahkan ikut (Secara sukarela) mempromosikan bisnis Anda.

Enak kan?

#5. Bangun Hubungan Dengan Pembeli

Menyambung pembahasan pada poin ke 4 di atas, kalau Anda sudah punya hubungan yang baik dengan pembeli, maka akan lebih mudah ketika ingin menjual produk lainnya.

Selain menjaga kualitas produk dan layanan, cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membangun hubungan baik dengan pembeli adalah rajin memberikan hadiah kepada mereka.

Hadiah disini bisa berupa ebook, audio, voucher, atau memberikan solusi dari permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Kesimpulan:

Sebelum fokus pada cara branding produk, cari tahu dulu siapa target market dan kompetitor Anda. Kemudian barulah bertempur di medan perang dengan amunisi yang sudah dipilih.

Penting untuk diperhatikan juga, jangan berlebihan pada saat branding. Sampaikan kelebihan dan kekurangan produk Anda sesuai dengan porsinya, dan lakukan hal ini terus menerus.

Kalau pesan Steve Jobs, Stay Hungry & Stay Foolish. JANGAN pernah PUAS.

Sekian artikel tentang cara branding produk ini.

Semoga bermanfaat.