Google merupakan mesin pencarian yang paling besar, dan sering dijadikan “kiblat” para pemilik website ketika melakukan optimasi. Nah, salah satu langkah optimasi yang biasanya dilakukan oleh para praktisi SEO (optimasi mesin pencarian) adalah backlink.

Optimasi backlink seakan menjadi hal penting yang tak boleh luput dilakukan oleh para pemilik website. Caranya yaitu dengan menautkan website lain pada website Anda, untuk mendapatkan rating yang bagus dari Google.

Namun begitu, ada banyak pemilik website yang melakukan hal yang “curang”. Yaitu dengan meminta backlink dari situs yang telah mereka tautkan. Padahal Google menilai hal ini sebagai hal yang kurang etis.

Anda penasaran dengan pembahasan selanjutnya? Pastikan untuk membaca artikel kami selengkapnya!

Optimasi Backlink yang Penting Bagi Website

Sebuah website merupakan kumpulan file tertentu yang diunggah pada suatu hosting yang nantinya bisa diakses melalui domain tertentu. Biasanya situs harus sering dioptimasi agar nantinya bisa menempati peringkat paling atas dari Google.

natural backlink

Posisi puncak yang dianugerahkan oleh Google pada para pemilik website untuk kategori kata kunci tertentu seringkali membuat pembuat website menjadi kompetitif. Hal ini dikarenakan efek dari ranking 1 tersebut sangat banyak.

Yaitu :

  1. Website bisa mengalami peningkatan trafik pengunjung karena berada di posisi puncak mesin pencarian, dan website bisa lebih mudah ditemukan pengunjung.
  2. Website bisa mengalami peningkatan brand awareness karena selalu tampil di peringkat atas laman pencarian dalam kategori keyword tertentu.
  3. Website berpotensi mengalami peningkatan interaksi dengan para pengunjung situs. Contohnya berpotensi mendapatkan like, share, atau comment dari pengunjung.
  4. Website berpotensi mengalami peningkatan penjualan langsung produk, dan lain sebagainya.

Yang pasti, proses optimasi backlink atau menautkan situs Anda pada website lainnya bisa berdampak baik bagi peringkat web. Oleh karena itulah banyak orang yang berlomba-lomba untuk meningkatkan peringkat website dengan mengikuti manual yang diberikan Google.

Namun walaupun sudah ada banyak praktisi website yang mengikuti petuah Google secara langsung, ada juga yang melakukan pelanggaran. Contohnya dalam hal optimasi backlink, banyak yang mengaplikasikan backlink yang walaupun hal tersebut sangat dilarang oleh Google.

Akibatnya, website mereka mengalami kemunduran rating. Ingin tahu penjelasannya? Simak uraian berikutnya di bawah ini.

Website Terkenal Banyak yang Mengaktifkan “NoFollow”?

Sebuah website dengan tingkat domain autoritas (Domain Authority / DA) cukup tinggi, kebanyakan mengaktifkan tag “NoFollow”. Benarkah begitu?

Pernyataan pada awal paragraf tadi merupakan kalimat yang kami temui di website Search Engine Journal, yang mengacu pada pertanyaan seorang member konsultan SEO yang berasal dari Romania.

Beliau bertanya, apakah tautan dari situs web yang belum pernah ditautkan lebih baik dibandingkan tautan balik dari situs yang Anda tautkan? Buktinya, banyak situs web dengan DA tinggi (seperti Wikipedia, Forbes), mengaktifkan tag “NoFollow” pada web mereka.

Apa itu tag NoFollow?

Pada sebuah website, ada berbagai kode yang digunakan untuk menjalankan serangkaian fungsi pada website tersebut. Tag NoFollow biasanya ditulis dengan kode <a rel=”nofollow…>.

Kode tersebut merupakan kode yang menghalangi mesin pencarian untuk melakukan crawling dalam hal penghitungan peringkat konten website. Sehingga nantinya Google tidak bisa melakuka tracking komponen SEO pada sebuah website sesuai dengan kode tersebut.

Sehingga nantinya website tersebut terlihat lebih sering ditautkan daripada menautkan, walaupun kenyataanya website tersebut tetap memberikan tautan pada website lain dengan jumlah tertentu.

Bisa diibaratkan :

Proses ini sama halnya seperti ketika Anda ingin mendapatkan sebuah kado dari orang lain dengan cara memberikan kado pada orang yang berbeda. Namun proses Anda memberi kado pada orang lain tersebut disembunyikan, sehingga masyarakat menilai Anda sebagai orang yang lebih banyak diberi kado.

Para pemilik website besar akhirnya terlihat begitu “murah hati” karena terkesan menyembunyikan proses backlink eksternal pada website lain tanpa ingin ditelusuri oleh program mesin pencari.

Namun justru inilah yang membuat nama-nama website tersebut menjadi lebih naik. Karena akhirnya banyak orang yang menautkan link eksternal mereka pada website jenis ini. Inilah yang menyebabkan banyak pihak mengalami peningkatan kepercayaan pada website tersebut, dan mengakibatkan peningkatan skor DA website.

Google Tidak Mengizinkan Pertukaran Link

Dari penjelasan sebelumnya, sudah dapat diketahui jika Google ternyata tidak merestui pertukaran link pada website-website yang terdaftar di situs mereka. Karena nyatanya banyak website yang memiliki link yang saling bertautan.

Sehingga ketika Anda menautkan link pada website yang telah menautkan link mereka pada website Anda, hal tersebut tidak sepadan dengan waktu Anda. Alias : membuang-buang waktu saja.

natural backlink

Bukannya rating website malah naik, namun website akan mengalami pengurangan poin di mata pencarian Google. Dan ini nyata adanya. Bahwa algoritma mesin pencarian kini semakin canggih dan tidak bisa ditipu dengan hal-hal seperti itu lagi.

Fenomena backlink tersebut memang sering terjadi secara alami. Bahkan menurut situs Ahrefs, sekitar lebih dari 40% link yang mengarah ke situs peringkat teratas adalah backlink.

Namun begitu, Google begitu menentang hal ini.

Anda kira Google bisa lalai dengan jalan pintas yang satu ini, lalu tetap melakukan proses pemeringkatan pada website yang memilih jalan tersebut? Tidak, Google tetap akan “menghukum” para praktisi website yang ketahuan pakai cara ini.

Terutama bagi Anda yang hobi menautkan website pada situs-situs yang kurang kredibel, kurang terkenal, atau sama sekali belum pernah Anda jelajahi sebelumnya. Jika tujuannya adalah untuk ranah di luar SEO, mungkin sekali dua kali, it’s okay. Tapi jika lebih, kami dan Google tak merekomendasikannya.

Natural Backlink Masih Diperbolehkan

Berbagai uraian di atas menjelaskan betapa Google tidak menyukai backlink yang dibuat-buat atau disengaja. Contohnya, yaitu tautan yang dibuat dengan menautkan website lain yang kurang terkenal atau bukan pada ranah yang sama. Selain itu, penautan balik juga dilakukan berkali-kali secara tidak wajar.

Menurut pedoman Google, tindakan tersebut tidak disarankan, karena bisa merusak reputasi website yang Anda bangun susah payah. Namun begitu, Google Webmaster masih mentolerir situs yang menawarkan tautan balik alami yang dilakukan dalam batas wajar. Bahkan Anda juga disarankan untuk menggunakan atribut NoFollow jika ingin menjaga rating website agar tidak turun.

Jadi, buktikan pada Google bahwa penautan balik link Anda pada website lain bukanlah kegiatan Spam atau disengaja agar nantinya bisa meningkatkan DA website lain. Sehingga dengan menghindari hal tersebut, Anda bisa menjaga kualitas website agar tidak mengalami penurunan.

Anda juga bisa menggunakan atribut Sponsored, jika ternyata konten Anda digunakan sebagai wadah promosi dari situs lain. Atribut lain yang juga direkomendasikan yaitu atribut UGC, yang pastinya akan sangat bermanfaat untuk website dari sisi SEO.

Semoga bermanfaat!